PENGERTIAN
PPPK ( P3K )
TUJUAN
P3K
Tujun P3K di bagi 4
antara lain :
1. Mencegah
kematian
2. Mencegah
cacat yang lebih berat
3. Mencegah
infeksi
4. Mengurangi
rasa sakit dan rasa takut
Tindakan P3K yang
dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan
menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan P3K dilakukan tidak
baik malah bisa memperburuk akibat kecelakaan bahkan membunuh korban.
PRINSIP
P3K
Beberapa
prinsip yang harus ditanamkan pada jiwa petugas P3K apabila menghadapi
kecelakaan adalah sebagai berikut ini:
1. Bersikaplah
tenang, jangan panik. Anda diharap menjadi penolong bukan pembunuh atau menjadi
korban selanjutnya (ditolong)
2. Gunakan
mata dengan jeli, setajam mata elang (mampu melihat burung kecil diantara
dedaunan), kuatkan hatimu/ tega melakukan tindakan yang membuat korban menjerit
kesakitan sementara demi keselamatannya, lakukan gerakan dengan tangkas dan
tepat tanpa menambah kerusakan. (“Eagle eyes – Lion heart – Ladies hand”)
3. Perhatikan
keadaan sekitar kecelakaan cara terjadinya kecelakaan, cuaca dan sebagainya
4. Perhatikan
keadaan penderita apakah pingsan, ada perdarahan dan luka, patah tulang, merasa
sangat kesakitan
5. Periksa
pernafasan korban. Kalau tidak bernafas, periksa dan bersihkan jalan nafas lalu
berikan pernafasan bantuan (A, B = Airway, Breathing management)
6. Periksa
nadi/ denyut jantung korban. Kalau jantung berhenti, lakukan pijat jantung
luar. Kalau ada perdarahan massif segera hentikan (C = Circulatory management)
7. Apakah
penderita Shock? Kalau shock cari dan atasi penyebabnya
8. Setelah
A, B, dan C stabil, periksa ulang cedera penyebab atau penyerta. Kalau ada
fraktur (patah tulang lakukan pembidaian pada tulang yang patah). Janagn
buru-buru menmindahkan atau membawa ke klinik atau rumah sakit sebelum tulang
yang patah dibidai.
9. Sementara
memberikan pertolongan, anda juga harus menghubungi petugas medis atau rumah
sakit rujukan.
Setiap menemukan korban
yang baru mati dengan tidak sewajarnya tanpa mengetahui penyebab kematian, maka
urutan langkah penanganan harus baku menurut urutan A, B dan C sesuai
kedaruratan penyebab kematian korban.
FRAKTUR
TULANG PAHA BAGIAN ATAS
1. Sebelum
memasang bidai usahakan meluruskan tulang seanatomis mungkin
2. Pasang
bidai luar dari tumit hingga pinggang
3. Pasang
bidai dalam dari tumit hingga selangkangan
4. Ikat
dengan pembalut dasi lipatan 2 kali diatas dan diawah bagian yang patah
5. Tulang
betis diikat dengan pembalut dasi lipatan 1 kali
6. Kedua
lutut diikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali
7. Tumit
diikat dengan pembalut dasi lipatan 3 kali
8. Bagian
yang patah ditinggikan
FRAKTUR
TULANG PAHA BAGIAN BAWAH
1. Pasang
bidai luar dan dalam sepanjang tungkai
2. Pasang
bidai dalam dari tumit hingga selangkangan
3. Ikat
dengan pembalut dasi lipatan 2 kali diatas dan diawah bagian yang patah
4. Tulang
betis diikat dengan pembalut dasi lipatan 1 kali
5. Kedua
lutut diikat dengan pembalut dasi lipatan 2 kali
6. Tumit
diikat dengan pembalut dasi lipatan 3 kali
7. Bagian
yang patah ditinggikan
FRAKTUR
TUNGKAI BAWAH
1. Pasang
bidai yang sudah dibungkus selimut dari tumit sampai paha bagian bawah
2. Berikan
bantalan dibawah lutut dan pergelangan kaki
FRAKTUR
TULANG LEHER
1. Sangat
berbahaya karena didalamnya ada MS(Medula spinalis/ SSTB) dan pembuluh darah
2. Cegah
terjadinya shock
3. Bersihkan
jalan nafas
4. Pasang
Colar spine (penyangga leher)
5. Angkat
ke atas tandu (Stretcher)
6. Baringkan
dengan dipasang ganjal sekeliling leher
LUKA
GIGITAN ANJING GILA
Anjing gila
bergerak tanpa tujuan dan tanpa arah sehingga sering menabrak dan menggigit
sesuatu yang menghalanginya, tidak mengenal tuannya lagi, badan sedikit
membungkuk dan ekor jatuh, lidah menjulur dan mengeluarkan lendir dan takut
air. Penyakit gila anjing disebabkan virus Rabies, dan penularannya ke anjing
atau mahkluk lain termasuk manusia adalah lewat ludah yang mengandung virus
rabies masuk ke dalam darah lewat luka gigitan. Tindakan P3K:
1. Bersihkan
luka dengan air dan sabun dibawah keran yang mengalir deras. Virus akan larut
pada sabun dan dibuang oleh air yang mengalir.
2. Tutup
luka dengan kain kasa steril dan balut
3. Bawa
segera ke rumah sakit
4. Upayakan
menangkap dan mengamati anjing tersebut selama 2 minggu
LANGKAH
MENANGGANI SHOCK
Ada
2 langkah untuk menanggani Shock, antara lain :
1. Mengenali
gejala dan tanda shock
2. Mencari
penyebab (Penyebab: hipovolemik, kardiogenik, neurogenik, septic). Hati-hati
pada tension pneumothorax dapat terjadi gangguan pengembalian darah ke jantung
(venous return) yang mengakibatkan shock. Hal ini menjadi pertimbangan bila
terjadi cedera diatas diafragma. Shock neurogenik terjadi karena cedera berat
pada system syaraf pusat atau medulla spinalis, tetapi shock tidak terjadi
hanya karena cedera otak saja. Shock karena cedera berat medulla spinalis
terjadi karena vasodilatasi ataupun hipovolemia relative. Shoc septic jarang
terjadi kecuali penderita cedera yang terlambat ditangani. Penyebab shock yang
paling sering adalah perdarahan.
Terima Kasih Anda telah
membaca Artikel tentang "P3K Dalam Pramuka". Maaf bila ada kesalahan
atau kata-kata yang tidak berkenaan dalam blog ini
Sangat
pentingnya bagi saya, jika anda KOMEN dan SHARE blogspot ini, Agar BLOG ini
bisa lebih baik dari waktu ke waktu, TERIMA KASIH.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar